JANGKAUAN LAILATUL QODAR

JANGKAUAN MENCARI LAILATUL QODAR

MATRIX JANGKAUAN LAILATUL QODAR

KEUTAMAAN LAILATUL QADAR

  • Ibadah seperti shalat, tilawah Qur’an dan dzikir serta amal sosial (shadaqah, zakat, infaq) yang dilakukan itu lebih utama daripada ibadah seribu bulan (Anas bin Malik ra)
  • Riwayat Anas bin Malik ra. Rasulullah saw bersabda, “Lailatul Qadar untuk umatku, dan tidak memberikannya kepada umat-umat sebelumnya”.
  • Pada malam itu pintu-pintu langit dibuka, dan Allah menerima taubat dari hamba-Nya yang bertaubat.
  • “Barang siapa melakukan (qiyam, shalat malam) pada Lailatul Qadar, atas dasar iman dan semata-mata mencari ridha Allah, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya” (HR Bukhari, Muslim dan Baihaqy).
  • Tidak ada malam yang lebih utama dari Lailatul Qadar. Ibnu Abi Syaibah menyampaikan ungkapan Hasan Al Bashri, “Saya tidak pernah tahu adanya hari atau malam yang lebih utama dari malam yang lainnya, kecuali Lailatul Qadar, karena Lailatul Qadar lebih utama dari (amalan) seribu bulan“.

TANDA MALAM LAILATUL QADAR

  • Udara dan angin sekitar terasa tenang. Sebagaimana dari Ibnu Abbas, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
  • لَيْلَةُ القَدَرِ لَيْلَةٌ سَمْحَةٌ طَلَقَةٌ لَا حَارَةً وَلَا بَارِدَةً تُصْبِحُ الشَمْسُ صَبِيْحَتُهَا ضَعِيْفَةٌ حَمْرَاء
  • “Lailatul qadar adalah malam yang penuh kelembutan, cerah, tidak begitu panas, juga tidak begitu dingin, pada pagi hari matahari bersinar lemah dan nampak kemerah-merahan.”
  • Malaikat menurunkan ketenangan sehingga manusia merasakan ketenangan tersebut dan merasakan kelezatan dalam beribadah, yang tidak didapatkan pada hari-hari yang lain.
  • Manusia dapat melihat malam ini dalam mimpinya sebagaimana terjadi pada sebagian sahabat.
  • Matahari akan terbit pada pagi harinya dalam keadaan jernih, tidak ada sinar. Dari Abi bin Ka’ab bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya,”Shubuh hari dari malam lailatul qadar matahari terbit tanpa sinar, seolah-olah mirip bejana hingga matahari itu naik.” (HR. Muslim)

KAPAN MALAM LAILATUL QODAR TERJADI?

  • Lailatul Qadar itu terjadi pada sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan, sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
  • تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِى الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ
  • “Carilah lailatul qadar pada sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari)
  • Terjadinya lailatul qadar di malam-malam ganjil itu lebih memungkinkan daripada malam-malam genap, sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
  • تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِى الْوِتْرِ مِنَ الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ
  • “Carilah lailatul qadar di malam ganjil dari sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari)
  • Terjadinya lailatul qadar di tujuh malam terakhir bulan ramadhan itu lebih memungkinkan sebagaimana hadits dari Ibnu Umar bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda,
  • الْتَمِسُوهَا فِى الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ – يَعْنِى لَيْلَةَ الْقَدْرِ – فَإِنْ ضَعُفَ أَحَدُكُمْ أَوْ عَجَزَ فَلاَ يُغْلَبَنَّ عَلَى السَّبْعِ الْبَوَاقِى
  • “Carilah lailatul qadar di sepuluh malam terakhir, namun jika ia ditimpa keletihan, maka janganlah ia dikalahkan pada tujuh malam yang tersisa.” (HR. Muslim)

PREDIKSI

Di dalam kitab Al-Jauhar al-Mauhub dan Al-Bujairami ‘ala al-Khathib (2/410), disebutkan bahawa ahli-ahli Sufi termasuklah Syaikh Abu Bakar al-Maghribi, Imam Al-Ghazali dan lain membuat dhobith (kaedah) yaitu: Awal Ramadhon

  • Jika hari Jumat, diharapkan pada malam 29,
  • jika hari Sabtu, malam ke 21,
  • Jika hari Ahad, malam ke 27,
  • jika hari Senin, malam ke 29,
  • jika hari Selasa, malam ke 25,
  • jika hari Rabu, malam ke 27
  • dan jika hari Khamis, malam ke 21.

Menurut kitab :Kisyful Hijab: Syekh Ahmad Sukairij :

  • Jumat, malam 29
  • Sabtu, malam 21
  • Ahad, malam 27
  • Senin, malam 19
  • Selasa, malam 25
  • Rabu, malam 17
  • Kamis, malam 23

Dalam kitab I’anatuththaalibiin juz II halaman 257, cetakan al ‘Alawiyyah Semarang: Imam Ghozali dan lainnya berkata :

  • Ahad maka malam 29
  • Senin maka malam 21
  • Selasa maka malam 27
  • Rabu maka malam 29
  • Kamis maka malam 25
  • Jum’at maka malam 27
  • Sabtu maka malam 23

Dalam kitab Hasyiyah ash Shaawi ‘alal Jalaalain juz IV halaman 337, cetakan Daar Ihya al Kutub al ‘Arabiyyah : Imam Abil Hasan As-Syadzily berkata :

  • Ahad maka malam 29
  • Senin maka malam 21
  • Selasa maka malam 27
  • Rabu maka malam 29
  • Kamis maka malam 25
  • Jumat maka malam 27
  • Sabtu maka malam 23

Dalam kitab Hasyiyah al Bajuri ‘ala Ibni Qaasim al Ghaazi juz I halaman 304 , Para Ulama’ berkata :

  • Jumat maka malam 29
  • Sabtu maka malam 21
  • Ahad maka malam 27
  • Senin maka malam 29
  • Selasa malam 25
  • Rabu maka malam 27
  • Kamis maka malam 21

Walau bagaimanapun, kebanyakan ulama’ mentarjihkan (menguatkan) pendapat yang mengatakan Lailatul Qadar terjadi pada malam 27 Ramadhan berdasarkan keterangan hadith daripada Ubay bin Ka’ab dan peristiwa-peristiwa yang berlaku pada malam 27 itu.

Tinggalkan Balasan